Lencana Facebook

Senin, 30 September 2013

Sepucuk Surat Untuk Sahabat






Senyumu adalah kebahagianku
Tawamu adalah kegembiraanku
Tangismu adalah kegelisahanku

Suatu ungkapan kepada seseorang yang penuh arti dalam hidup kita, yang memilki keistimewaan, yang selalu memberikan semangat dalam hidup ini.Penuh keceriaan yang tak akan mudah pudar dan tak akan terlupakan sampi nanti.
Diamnya adalah simbol kewibawaan, senyumnya menggambarkan ketulusan hatinya, tutur katanya bagaikan mutiara yang tersimpan dengan baik. Ukhuwah yang selalu terjaga tak akan ada yang bisa memisahkan kita. Canda, tawa, senang dan duka kita lalui bersama. “jika salah satu bagian tubuh terasa sakit maka seluruh bagian tubuh akan merasakan sakit pula” sabda Rasulullah menggambarkan kecintaan/kasih sayang/kepedulian kita terhadap sesama.
Berjuang bersama untuk meraih satu tujuan, memiliki satu pandangan kedepan untuk mencapai titik klimaks menggapai kemuliaan. Jarak tak bisa memisahkan ukhuwah kita, doa sebagai  kata  yang indah yang memilki kekuatan untuk menguatkan hati kita.
Membangun kepercayaan yang tak mudah, mengemban amanah yang tak ringan.
Ayolah sahabat!!!...kita hadapi bersama, kita jalani bersama, kita emban bersama amanat yang begitu berat yaitu menjadi khalifah dibumi Allah ini. Dengan bersatu semakin kokohlah kekuatan dan iman kita.
Perpecahan membuat kita kita berpisah dan lengah terhadap tugas kita, dengarlah sahabat!!...kita saling membutuhkan satu sama lain, marilah saling berta’wun(tolong – menolong), kokohkan bangunan yang sempat runtuh, kita bangun lagi untuk mendapatkan kejayaan seperti yang telah lalu. Aku butuh nasehatmu wahai sahabat, aku begitu membutuhkan mu!!! Saat air mata ini menetes merindukan nasihatmu yang begitu berharga untuk ku,maka luruskan lah aku dengan sikap lemah lembutmu dikala ku salah. Aku hanya manusia biasa yang berlumuran dosa yang diliputi kehinaan diri yang membutuhkan sahabat sejati untuk bersama – sama memperbaiki diri, memperbaiki kesalahan – kesalahan kami.

Wahai Sahabat....
Ku merindukan nasehatmu….
Ku merindukan kebersamaan, kebersamaan yang penuh harap, penuh harap untuk mendapatkan ridho- Nya.
Wahai Sahabat....
Maafkanlah perkataanku yang pernah menyakiti hatimu..
Yang pernah menyinggung perasaanmu..
Jikalau ku pergi dan tak akan pernah kembali maka maafkan lah aku karena semua itu sangat berarti bagiku.dan selimuti aku dengan doa – doa disetiap hari mu.
Wahai sahabat....
Jika sedihmu karena ku
Jika kau kecewa karena ku
Jika kau tak lagi mempercayaiku
Jika kita tak lagi saling berbagi
Aku minta kepadamu, kita bangun lagi dari awal kepercayaan yang sempat pudar.
Aku ingin mengganti sedihmu dengan senyum.
Aku ingin mengganti kecewamu dengan kebahagiaan.
Sisakan waktumu sejenak untuk ku agar kita bisa saling berbagi.
Wahai Sahabat....
Jika ku berbuat salah, jangan lah kau menjauhi ku dan membenciku
Nasehati aku wahai sahabatku tentu kita tak ingin menjadi orang yang merugi. Seperti yang telah Allah firmankan :”sungguh manusia dalam kerugian kecuali orang yang beriman yang melaksanakan sholat dan saling nasehat – menasehati dalam kebenaran dan saling nasehat – menasehati dalam kesabaran”
Wahai Sahabat....
Ana ukhibukum fillah.

Ya Allah …
Kokohkan lah ukhuwah kami.
Ridhoilah pertemuan kami.
Tuntunlah hidup kami agar selalu pada jalan yang diridhoi- Mu
Ampuni kami dari kesalahan dan dosa – dosa kami.
Ya Allah…
Kami sadari bahwa kami hanya manusia biasa yang lemah dan tak lepas dari kesalahan dan dosa, namun kami berharap ampunan Mu dan berikan kami kemudahan untuk memperbaiki diri serta kuatkanlah hati kami untuk tetap istiqomah dijalan Mu sampai akhir hayat nanti.
Ya Allah…
Kumpulkan kami bersama orang – orang sholeh yang mendapat rahmat dan kemuliaan disisi Mu…Amiin Ya Robb.


~good~

Memaknai Cinta Dalam Islam


Cinta kadang tumbuh merasuk jiwa, datang dengan membawa perasaan berbunga – bunga dalam hati kita. Kadang akal berkata”ini belum saatnya” namun  hati berkata”tapi aku mencintainya”.
Makna cinta memang sangat luas,namun kita bisa mengetahui makna cinta dari efek perasaan yang kita rasakan. Jangan salah artikan cinta.
Cinta itu......”cerita indah antara aku dan dia” apakah benar akan selalu indah???mungkin indah dipandangannya tapi jika Allah murka, apakah bisa dikatakan indah???
Cinta itu......”Anugerah yang terindah yang Allah berikan kepada kita”.... ya,,sekilas dari perkataan tadi memang benar Allah meng-anugerahkan cinta kepada setiap hamba-Nya agar timbul rasa saling mengasihi dan saling mencintai.
“Dan diantara tanda-tanda (kebesaran-Nya)ialah Dian menciptakan pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri,agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih sayang . Sungguh,pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda(kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir”.
Subhanallah,,begitu indahnya kalamullah yang Allah sampaikan melalui Ruhul Qudus (malaikat Jibril) kepada kekasih-Nya yang diabadikan dalam Al Qur’an Surat Ar Rum ayat 21 tadi,Allah menciptakan berpasang-pasangan agar hati kita merasa tenteram dan Allah lah yang menumbuhkan rasa kasih sayang tersebut.
Namun cinta bukan selalu berobjek kepada lawan jenis,Rasulullah tentu tidak mengajarkan untuk mencintai lawan jenis saja, namun bersifat kaafah(keseluruhan),kepadaAllah dan Rasul-Nya tentunya, saudara seiman laki-laki,saudara seiman perempuan,kepada hewan pun kita harus memiliki rasa cinta yang menumbuhkan rasa kasih sayang. ada hadist yang menyebutkan bahwa ada seorang perempuan yang mengurung kucing sampai mati tanpa memberi makan kepadanya, seorang perempuan itu memperoleh azab karena hasil perbuatannya itu.
“Diriwayatkan dari Muadz bin jalal ra.bahwa Rasulullah saw meraih tangannya lalu mengatakan aku mencintaimu!!aku mencintaimu!!....”  sungguh luar biasa makna cinta itu,cinta yang menumbuhkan keimanan yang menyejukan sanubari,yang memiliki kekuatan didalam hati.namun jika kita salah mengartikan cinta adalah anugerah terindah yang Allah berikan kepada kita dalam arti sempit,hanya berobjek kepada lawan jenis, maka cinta inilah yang harus kita pertanyakan. Cinta atau kah nafsu???
Kadang nafsu yang mengatas namakan cinta sangat berbahaya. Cinta yang seharusnya membawa pada kemuliaan, akan jatuh kepada kehinaan,cinta yang seharusnya menghantarkan kepada kesucian namun dengan mudahnya ternoda, cinta yang seharusnya bisa mendekatkan kita kepada Allah namun malah terasa menjauh dan terus menjauh.
Cinta karena nafsu dan karena Allah akan berbeda efeknya. Cinta karena nafsu akan menumbuhkan kehinaan,meruntuhkan kehormatan,menurunkan kewibawaan,merusak keindahan,menjatuhkan diri kita kedalam jurang kebinasaan.
Cinta karena allah akan menumbuhkan ketaatan,memberikan  ketentraman jiwa,munculnya kekuatan yang luar biasa,iman yang semakin teguh nan kokoh.cinta yang seperti ini tidak hanya di dunia namun untuk kehidupan yang kekal nan abadi nantinya.

“Sesungguhnya engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai”
Ya benar...dari potongan hadis Bukhari wa Muslim diatas menunjukan bahwa kecintaan kita pada seseorang akan membawa kita kepada kemuliaan ataupun sebaliknya,tergantung kepada siapa kita mencintai.
Anas ra. Berkata “aku mencintai Allah dan Rasul-Nya juga Abu Bakar dan Umar dan aku berharap semoga kelak aku dikumpulkan bersama mereka walaupun tidak beramal dengan amalan mereka”
Subhanallah,, Anas ra. Memiliki modal yang begitu luar biasa yang dimana dia tidak bisa beramal seperti amalan para sahabat yang telah dijamin surga kata Rasulullah.cinta inilah yang memberikan izzah kepada setiap insan yang mengukir keindahan didalam relung jiwa yang berbuah manis iman didalam hati.
Cinta tidak seharusnya dipandang dari segi fisik
Cinta tidak seharusnya dipandang dari segi jabatan
Cinta tidak seharusnya dipandang dari segi keturunan
Namun jika engkau hendak mencintai seseorang, maka cintailah ia karena baik agamanya, maka cinta akan selalu bersemi dikala hujan lebat turun,badai melanda dan berharap cintanya diridhoi oleh-Nya. Tutur kata yang lembut berisikan nasehat menghantarkan ketaatan kepada Sang Pencipta yang mampu meredam kemaksitan menjadi ketaatan,kejahatan menjadi kebaikan, amarah menjadi ramah,gelap menjadi terang dan benci menjadi cinta.



~good~