Anas
bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata : " Ketika Nabi shallallahu
'alaihi wa salam datang ke madinah, penduduk madinah memiliki dua hari
raya untuk bersenang - senang dan bermain - main di masa jahiliyah.
beliau berkata : Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari
raya di masa jahiliyah yang kalian isi dengan main - main. Alloh telah
mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya
kurban ('idul Adha) dan hari raya 'idul Fitri" (HR.Ahmad, shahih).
Hadits ini menunjukkan bahwa kaum muslimin memiliki hari raya besar
yaitu 'idul Adha dan 'idul Fitri.
Hukum Shalat 'id
Para
ulama berselisih pendapat tentang hukum shalat 'id. ada yang
berpendapat fardhu kifayah, fardhu 'ain, dan sunnah. namun yang lebih
tepatnya adalah fardhu 'ain, artinya wajib bagi setiap kaum muslimin.
sampai wanita yang haid pun diperintahkan untuk keluar dari rumahnya
untuk ikut merayakan hari raya 'idul Adha begitupula untuk wanita yang
haid mereka pun diperintahkan untuk keluar dari rumahnya namun
diperintahkan untuk menjauhi tempat shalat.
Ummu'Atiyah
radhiyallahu'anha berkata : "Nabi shallahu 'alaihi wa salam
memerintahkan kepada kami pada hari raya 'id agar memerintahkan para
gadis dan wanita yang dipingit, serta wanita haid. namun beliau
memerintahkan pada wanita yang sedang haid untuk menjauhi tempat
shalat." (HR.Muslim)
Waktu dan tempat pelaksanaannya
Waktu dan tempat pelaksanaannya
waktu
dan pelaksanaan shalat 'id adalah pada waktu shalat dhuha. Shiddiq
Hasan Khan rahimahulloh mengatakan :"Waktunya adalah setelah meningginya
matahari setinggi tombak sampai zawwal (bergeser matahari ke arah
barat)". Para Ulama telah ijma' (sepakat) tentang masalah ini.
yang
paling utama tempat untuk melaksanakan shalat 'idul 'adha adalah di
tanah lapang kecuali jika ada udzur seperti hujan. Abu Sa'id Al Khudri
radiyallahu'anhu berkata : "Rasululloh shallallahu'alaihi wa sallam
biasa keluar rumah pada hari 'idul fitri dan 'idul adha menuju tanah
lapang(HR.Bukhari wa Muslim)"
Berjalan Kaki Menuju Shalat 'Id
Ibnu
'Umar radiyallahu'anhuma mengatakan : "Rasululloh shallallahu'alaihi wa
sallam biasa berangkat shalat 'id dengan berjalan kaki begitu pula
ketika pulang.(HR.Ibnu Majah, hasan).
dari
Jabir bin Abdillah radhiyallahu'anhu berkata : "Rasululloh
shallallohu'alaihi wa sallam jika melaksanakan shalat 'id beliau
melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang"(HR.Bukhari)
Mandi dan Memakai Pakaian yang bagus
Ibnu
Qudamah rahimahulloh mengatakan : "Dianjurkan untuk mandi pada hari
'id. begitupula dianjurkan untuk memakai pakaian yang bagus.
Diriwayatkan bahwa Sahabat Ibnu 'Umar radhiyallahu'anhuma biasa memakai
pakaian yang paling bagus pada hari raya 'Id".
Tidak Makan Sebelum Shalat 'Idul 'Adha
Buraidah
radhiyallohu'anhu mengatakan : "nabi shallallohu'alaihi wa salam tidak
keluar menuju shalat 'idul fitri sebelum makan terlebih dahulu. Adapun
pada hari raya kurban beliau tidak makan sebelum pulang dari tempat
shalat kemudian memakan sesembelihan beliau"(HR.Tirmidzi, hasan)
Tidak ada Adzan dan Iqomah
Jabir
bin Samurah berkata :"Aku pernah melaksanakan shalat 'id bersama
Rasululloh shallallohu'alaihi wa sallam bukan hanya sekali atau dua
kali. ketika itu tidak ada adzan dan iqomah"(HR.Muslim)
Tidak Ada Shalat Sebelum dan Sesudahnya
Ibnu
'abbas radhiyallohu'anhuma berkata :"Rasululloh shalallohu'alaihi wa
sallam pernah keluar pada hari raya 'idul Adha atau "idul Fitri. beliau
mengerjakan shalat shalat dua rakaat namun tidak melaksanakan shalat
sunnah sebelum dan sesedahnya"(HR.Bukhari wa Muslim)
Tata Cara Shalat 'Idul Adha
secara ringkas pelaksanaan tata cara shalat 'id sebagai berikut :
1. Dimulai dari takbiratul ihram, seperti shalat yang lainnya.
2. Pada rakaat pertama ditambah takbir tambahan (zawaaid) sebanyak 7 kali selain takbiratul ihram.
3. Pada rakaat kedua ditambah takbir sebanyak 5 kali.
4. Dibolehkan mengangkat tangan ketika takbir tambahan sebagaimana yang dicontohkan sahabat Ibnu Umar radhiyallohu'anhu.
5.
Tidak ada dzikir khusus yagn dibaca diantara takbir. Namun terdapat
riwayat dari Ibnu Mas'ud radhiyallohu'anhu beliau mengatakan:"Diantara
takbir hendaklah memuji Alloh".
6. Setelah selesai takbir tambahan kemudian membacaAl Fatihah dan Surat Pilihan.
7.
Dianjurkan untuk membaca surat Qaaf pada rakaat pertama dan surat Al
Qomar pada rakaat kedua. atau bisa membaca surat AL A'laa dan Al
Ghasiyah.
Jika Hari 'Id Bertepatan dengan Hari Jum'at
Iyas
bin Abi Ramlah berkata : "Aku pernah menemani Mu'awiyah bin Abi Sufyan
dan ia bertanya kepada Zaid bin Arqam : Apakah engakau pernah
menyaksikan Rasululloh shallallohu'alaihi wa salam bertemu dengan dua
'id (hari raya 'Idul fitri atau 'Idul Adha bertemu dengan hari hari
Jum'at) dalam satu hari ?"; "iya", jawab Zaid. kemudian Mu'awiyah
bertanya lagi, "Apa yang beliau lakukan ketika itu?" "beliau
melaksanakan shalat 'Id dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat
jum'at", jawab Zaid. Nabi shallallohu'alaihi wa sallam bersabda:"Siapa
yang mau shalat Jum'at, maka silahkan melaksanakannya" (HR.Abu Dawud,
shahih)
- Penulis adalah Alumni Ma'had Al 'ilmi (Adika M)
Referensi :
- Ahkaamul 'Idain fii As Sunnah Al Muthaharah karya Syaikh 'Ali bin Hasan 'Al Halabi hafidzahulloh
-Asy Syahrul Mumti 'alaa Mustaqni' karya Syaikhh Muhammad bin Shalil Al 'Utsmain Rahimahulloh







0 komentar:
Posting Komentar